Alangkah Lucunya Negeri Ini

on Kamis, 22 April 2010


Sinopsis Film Alangkah Lucunya (Negeri Ini)

Satu lagi nih Film Komedi Indonesia Tahun 2010 yang dirilis oleh Deddy Mizwar. Dibintangi oleh Reza Rahadian dan Deddy Mizwar sendiri. Film ini berjudul Alangkah Lucunya (Negeri Ini) bertema pendidikan, dalam alur ceritanya pemeran berniat untuk merubah anak-anak yang berprofesi mencopet.

Film " Alangkah Lucunya (Negeri Ini) " ini ditulis oleh Musfar Yasin, dan diperankan oleh Reza Rahadian, Deddy Mizwar, Slamet Rahardjo, Jaja Mihardja, Tio Pakusadewo, Asrul Dahlan, Ratu Tika Bravani, Rina Hasyim, Sakurta Ginting, Sonia, dan Teuku Edwin. Untuk lebih jelasnya berikut Sinopsis Film Alngkah Lucunya (Negeri Ini) yang dikutip dari 21cineplex.com.


Sejak lulus S1, hampir 2 tahun Muluk belum mendapatkan pekerjaan. Meskipun selalu gagal tetapi Muluk tidak pernah berputus asa.

Pertemuan dengan pencopet bernama Komet tak disangka membuka peluang pekerjaan bagi Muluk. Komet membawa Muluk ke markasnya, lalu memperkenalkan kepada bosnya bernama Jarot. Muluk kaget karena di markas itu berkumpul anak-anak seusia Komet yang pekerjannya adalah mencopet.

Akal Muluk berputar dan melihat peluang yang ia tawarkan kepada Jarot. Ia meyakinkan Jarot bahwa ia dapat mengelola keuangan mereka, dan meminta imbalan 10% dari hasil mencopet, termasuk biaya mendidik mereka.

“Usaha yang dikelola Muluk berbuah, namun di hati kecilnya tergerak niat untuk mengarahkan para pencopet agar mau merubah profesi mereka. DIbantu dua rekannya yang juga sarjana, Muluk membagi tugas mereka untuk mengajar agama, budi pekerti dan kewarganegaraan.

Berhasilkah mereka mendidik anaka-anak tersebut?

APa yang terjadi jika orang tua Muluk mengetahui bahwa gaji anaknya dari hasil mencopet?

Berikut sedikit cuplikan Film Alangkah Lucunya Negeri Ini :


Mungkin sinopsis ini membuat penasaran anda, cerita selanjutnya Film Alangkah Lucunya (Negeri Ini) silahkan nonton di Bioskop Kesayangan Anda. Terakhir dukung terus perfileman Indonesia, dan sukseskan Film Alangkah Lucunya (Negeri Ini).

Mengutarakan Cinta

on Rabu, 21 April 2010

Cinta bukanlah cinta jika tidak diungkapkan, ini menurut pendapat saya. Perihal bagaimana cara mengungkapkannya terserah pribadi masing-masing. Beberapa orang mungkin mempercayai bahwa tanpa perlu dikatakan maka seseorang yang dicintainya akan mengetahui isi hatinya, beberapa melihat hal seperti itu butuh ucapan atau kata-kata yang keluar dari mulutnya.

Rasa cinta itu muncul, kadang sembunyi-sembunyi, kadang secara tiba-tiba. Kadang diketahui, kadang tak sengaja. Ketika kita mulai mencintai seseorang, atau sekedar menyukainya, kita sering bertanya-tanya “apakah ia juga menyukaiku?” yang tidak akan kita ketahui jawabannya sebelum yang bersangkutan mengutarakan rasa cintanya, atau jika kau mengutarakan rasa cintamu terlebih dulu sebelum dia membalas “aku juga suka kamu.” Dan sebelum semua itu diutarakan semuanya adalah tanda tanya, tanda tanya besar…

Kadang seseorang merasa kesulitan untuk mengungkapkan rasa cintanya, merasa rendah diri, minder, takut tersakiti. Itu semua wajar, wajar jika terjadi sampai batas kewajaran. Allah bisa karena biasa. Orang yang sudah berpuluh-puluh kali mengutarakan cintanya (dapat diistilahkan:nembak) tentu saja memiliki kemampuan yang berbeda dibandingkan dengan orang yang baru pertama kali melakukannya.

Saya bukan orang yang mahir dalam hal ini, terus terang saya pun kagok setiap kali mengutarakan perasaan saya. Terbata-bata, sedikit berkeringat dan jantung terasa berdegup lima bahkan tujuh kali lebih kuat. Saya hanya berpedoman “Ketika kita berani untuk jatuh cinta, kita juga harus berani sakit karenanya.” Dan setelah itu dijalani, setelah itu terlewati, anda akan merasa lega luar biasa. Tak peduli apapun jawabannya.